LABUHANBATU | infoseputarsumut.com — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Al Washliyah Labuhanbatu melaksanakan kegiatan bertajuk Integrasi Teknologi pada Tanaman Obat dan Pengobatan Tradisional Berbasis Android di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.
Informasi tersebut disampaikan oleh narasumber kegiatan, Samsir, M.Kom, selaku Ketua Tim PKM dan Dosen Universitas Al Washliyah Labuhanbatu, kepada reporter issu.com. Kegiatan PKM ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) Tahun 2025 melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat. 
“Kegiatan PKM ini bertujuan membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan, kesehatan, sekaligus perekonomian melalui pemanfaatan tanaman obat yang diintegrasikan dengan teknologi berbasis Android,” ujar Samsir, M.Kom.
Tim PKM Dosen Universitas Al Washliyah Labuhanbatu terdiri dari Samsir, M.Kom, Dr. Juli Yani, M.Hum, dan Wahyu Azhar Ritonga, M.Si. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Tanjung Medan, dan diikuti oleh sekitar 35 orang peserta yang terdiri dari masyarakat, petani, serta anggota PKK setempat.
Program pengabdian ini bermitra dengan Kelompok PKK Desa Tanjung Medan yang berperan aktif menyediakan tempat, fasilitas, serta lahan penanaman tanaman obat. Selain itu, LAM Adat Melayu Mandailing turut mendukung dengan menyediakan fasilitas dalam proses digitalisasi pengobatan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal masyarakat Tanjung Medan.
Samsir menjelaskan, melalui pelatihan berbasis aplikasi Android, para peserta memperoleh akses informasi mengenai teknik budidaya tanaman herbal, pengendalian hama secara alami, pemupukan yang efisien, serta pengolahan tanaman obat menjadi produk herbal bernilai ekonomi. Hasilnya, masyarakat mengalami peningkatan kualitas dan produksi tanaman seperti jahe merah, kencur, dan temulawak yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha herbal rumahan.
“Dengan pemanfaatan teknologi, masyarakat tidak hanya lebih mudah memahami pengobatan herbal sesuai jenis penyakit, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian melalui produksi dan pengolahan tanaman obat,” tambahnya.
Kegiatan PKM ini menghadirkan tiga pemateri ahli. Pelatihan pertama disampaikan oleh dr. Aghnia Rahmi, CH, Cht, yang membahas pengobatan medis dan tradisional berdasarkan kajian kesehatan. Pelatihan kedua oleh Rahmad Sucipto, S.P, yang memberikan materi tentang jenis, khasiat, pengolahan, serta teknik budidaya tanaman obat agar tumbuh subur dan cepat panen. Pelatihan ketiga disampaikan oleh Samsir, M.Kom, yang memperkenalkan rancangan aplikasi tanaman obat berbasis Android yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. 
Sebagai tindak lanjut kegiatan, pada 28 November 2025 tim PKM melakukan serah terima aplikasi tanaman obat berbasis Android serta alat penggiling tanaman obat kepada Pemerintah Desa Tanjung Medan. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Tim PKM, Samsir, M.Kom, kepada Kepala Desa Tanjung Medan.
Melalui kegiatan PKM yang didanai Dikti Tahun 2025 ini, diharapkan masyarakat Desa Tanjung Medan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung kesehatan, pelestarian budaya pengobatan tradisional, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Laporan: Erin















Leave a Reply