LABUHANBATU I infoseputarsmut.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu menggelar coaching Clinic bagi para pelatih sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga sekaligus pematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.
Kegiatan pelatihan intensif yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (30-31/5/2026), di Aula Kantor KONI Labuhanbatu, Jalan Binaraga, Rantauprapat, diikuti sebanyak 50 pelatih dari 25 cabang olahraga (cabor). Masing-masing cabor mengirimkan dua pelatih untuk mengikuti pembekalan dan peningkatan kompetensi tersebut.
Pada coaching Clinic kali ini, peserta mendapatkan materi utama bertajuk Komponen Fisik yang disampaikan oleh Dr Rinaldi Aditya SPd MPd, dosen tetap Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Binaguna Medan. Selain itu, Rinaldi juga merupakan anggota Bidang Pelatihan dan Penataran KONI Sumut, pelatih fisik Futsal Pomnas Sumut, serta pelatih fisik PON Futsal Sumut.
Dalam pemaparannya, Dr Rinaldi menjelaskan konsep Training to Win , yakni fase pelatihan atlet yang telah memasuki usia matang untuk meraih prestasi. Fase ini diperuntukkan bagi atlet putra berusia 18 tahun dan atlet putri berusia 17 tahun, di mana aspek fisik, teknik, taktik, mental, kepribadian, hingga gaya hidup atlet harus sudah terbentuk secara optimal.
Pada fase ini, atlet dipersiapkan untuk mencapai performa puncak pada kompetisi utama. Latihan dilakukan dengan intensitas tinggi, volume yang relatif besar, pemulihan yang cukup, serta didukung program latihan yang disusun melalui periodisasi yang matang, jelasnya.
Menurut Rinaldi, kondisi fisik yang prima menjadi fondasi utama dalam pencapaian prestasi olahraga. Oleh karena itu, program latihan fisik harus dirancang secara terukur dengan memperhatikan berbagai variabel penting, seperti frekuensi latihan, intensitas, durasi, waktu istirahat, volume, hingga beban latihan yang diberikan kepada atlet.
Selain aspek fisik, ia juga menjelaskan pentingnya piramida faktor latihan yang meliputi persiapan fisik, teknik, taktik, dan mental. Ia menilai mental salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan atlet saat menghadapi tekanan dan persaingan dalam pertandingan.
Ketua Umum KONI Labuhanbatu, H Boster Sitio , mengatakan coaching Clinic ini merupakan langkah strategi untuk meningkatkan kompetensi para pelatih sebagai ujung tombak pembinaan atlet di daerah.
“Kami ingin para pelatih memiliki pemahaman dan metode kepelatihan yang semakin baik, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Labuhanbatu di Porprov Sumut 2026,” ujarnya.
Boster menegaskan, KONI Labuhanbatu berkomitmen memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah melalui peningkatan kualitas pelatih dan pelatihan atlet yang berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Labuhanbatu, Ade Huzaini, didampingi panitia Bob Pangaribuan dan Samsidar, menyebut coaching Clinic ini juga menjadi sarana berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi kepelatihan antar pelatih dari berbagai cabang olahraga.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih akan berdampak langsung terhadap kualitas pelatihan atlet di Kabupaten Labuhanbatu. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam program latihan di masing-masing cabang olahraga.
“Dengan pelatih yang semakin kompeten, kami optimistis pembinaan atlet di Kabupaten Labuhanbatu akan semakin terarah dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik sehingga Labuhanbatu bertabur emas pada Porprovsu November mendatang,” harapnya.










Leave a Reply